Laman

Senin, 17 Desember 2012

Totto-chan



Judul : Totto-chan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Tetsuko Koroyanagi
Tebal : 271 Halaman
-----

Totto-chan sudah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap nakal di sekolahnya yang dulu. Oleh karena itu, sang mama tentu saja mengkhawatirkan sekolah baru Totto-chan kali ini. Untungnya, sang mama selalu sabar dan mengerti Totto-chan. Jadi ia mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe. Walaupun begitu, beliau tetap takut Totto-chan akan tidak cocok bersekolah disana. Apalagi, guru di sekolah lama Totto-chan bilang gadis kecil itu selalu membuat kerusuhan di kelasnya.

Hebatnya, sekolah baru Totto-chan, Tomoe Gakuen-adalah sekolah yang berbeda dari sekolah-sekolah lainnya. Mereka belajar di atas gerbong kereta, berbeda dari sekolahan kebanyakan yang menggunakan ruang kelas. Gerbong kereta api itu sudah disulap menjadi kelas layak pakai yang unik. 

Di hari pertamanya, Totto-chan bertemu dengan Mr.Kobayashi, kepala sekolah yang menghabiskan 4 jam waktunya hanya untuk mendengarkan cerita Totto-chan.Tentu saja Totto-chan yang kehabisan cerita mereka terkesan dengan kepala sekolah itu. Ia pun merasa sayang pada beliau. Mr.Kobayashi nyatanya sangat memahami prilaku anak-anak seperti Totto-chan.

Hari selanjutnya, Totto-chan baru tahu kalau Tomoe menerapkan pelajaran bebas. Dengan kata lain, murid-murid Tomoe yang hanya ada kurang lebih 50 anak, bisa memilih pelajaran yang mereka suka. Seperti fisika, menulis cerita, atau hal-hal lainnya.Diyakini metode pengajaran ini membuat para guru bisa mengamati bidang apa yang diminati anak-anak, termasuk karakter dan cara berpikir mereka. 

Tentu saja bagi Totto-chan yang saat itu adalah hari pertamanya bersekolah, itu adalah hal yang menyenangkan. Mr.Kobayashi juga menerapkan bekal 'sesuatu dari laut dan pegunungan' hingga Totto-chan merasa senang bersekolah disana. Setidaknya, Totto-chan tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun kemudian.

-------------

Puas sekali. Aku sangat suka dengan cerita Totto-chan yang bersetting di Jepang dan terjadi saat perang dunia ke-2 ini. Ceritanya benar-benar menyentuhku, dan aku menyukai bagaimana rasa ingin tahu Totto-chan yang besar terhadap segala hal yang baru.

Selain itu, kovernya unyu banget! Kertasnya juga tebal dan masih harum buku baru, padahal buku Toto-chan punya saudara saya ini sudah lama dibelinya. Setahuku juga tidak ada typo (seingatku) dan karena itu kuacungkan pada GPU yang sukses dengan terjemahan Totto-chan ini :)

Totto-chan yang polos dengan kisah kisah inspirasinya kadang membuatku gemas juga. Saking polosnya si Totto-chan ini, pingin tertawa saja karena pembicaraannya dengan teman-temannya membuat perutku tergelitik.


bye! 

Minggu, 16 Desember 2012

Life of Pi [Adaptasi novel]


Kemarin, aku baru saja menonton sebuah Film yang banyak dibicarakan orang banyak, yang berjudul Life of Pi. Film ini adaptasi dari sebuah novel berjudul yang sama, hanya saja aku belum baca bukunya sama sekali.

Kemarin aku menonton Life of Pi jam 15.45, dan selesai jam 18.15. Filmnya menurutku pribadi, lumayan menggantung sih. Tapi aku tidak akan menyatakan pendapatku secara langsung. Aku hanya akan bercerita sedikit mengenai Pi yang membuatku sedikit meneteskan air mata.

Awalnya, kupikir Life of Pi hanyalah kisah seorang anak bernama Pi dalam sebuah pertarungan antara manusia dan harimau di atas perahu. Tapi ternyata dugaanku melenceng jauh sekali. Filmnya bukan mengenai pertarungan atau seorang pemuda yang mencoba membuhuh si harimau bengal bernama Richard Parker.

Fakta itu segera kusingkirkan saat menonton filmnya. 

Filmnya menurutku agak menggantung. Sewaktu di akhirnya, aku berharap akan ada adegan tambahan yang akan memperjelas keberadaan keluarga Pi, atau tidak mengenai keadaan kediamannya yang dulu saat di India. Hanya saja, aku harus bersabar karena film itu ternyata sudah habis. Total.

Mungkin di buku Life of Pi ada banyak penjelasan yang lebih mendetail karena menurutku di film ini ada bagian yang di potong. Ini dari pengalamanku sih. Soalnya kalau buku yang akan di filmkan, pasti tidak semuanya akan dimasukan ke perfilmman, kan? Tentunya akan ada bagian atau adegan yang diubah.

Tapi karena aku belum membaca bukunya sama sekali, aku lebih merasa enjoy walaupun agak merasa ganjil. Tidak masalah sih, hanya saja aku menginginkan lebih dari itu :)

Dan ada banyak hal yang membuatku tertawa terkekeh, salah satunya adalah Pi yang selalu dipanggil urin saat masih kanak-kanak dan Pi hanya menanggapi dengan wajah datar-datar saja. Atau tidak saat dimana Richard Parker dan Pi saling berebut ikan besar ketika banyak ikan terbang melintasi mereka saat di perahu. 

Film ini mengajarkanku banyak hal. Salah satunya adalah; Harimau sama sekali tidak bisa diajak berteman.Walaupun kamu memberinya makan, minum dan tempat tidur sekalipun, harimau bukanlah teman seorang manusia.

Adegan yang bikin aku ketawa.

Menurutku sih ada banyak masalah  Pi yang belum terselesaikan saat film ini selesai, tapi tak apalah :/

WAJIB NONTON!!
bye!

Sabtu, 10 November 2012

..........

Hai lagi, kemarin aku udah me-review novel, dan sekarang aku akan me-review lagi. Bukan review kayak begitu deng, tapi cuman info saja. Bentar lagi aku UAS, lah. Jadi gak begitu banyak waktu bisa untuk sekedar mengecek.

Sialan, aku ketinggalan zaman banget baru beli The Hunger Games -_-

Review selanjutnya mungkin ketiga seri The Hunger Games. Tapi bukan sekarang. Sori ya, aku orang yang sibuk. Jadi waktu harus dipakai dengan hemat pastinya (dipukul pakai sapu). 
Tapi aku janji kok akan me-reviewnya secepat mungkin. Jika ada waktu dan sedang mood, aku akan segera buka blog dan menulis reviewnya.

Salam PEETA TEAM!


Luck for me~

bye!

Perahu Kertas


Judul : Perahu Kertas
Penerbit : Bentang
Pengarang : Dee
Tebal : 434 Halaman
--------

Kugy adalah seorang gadis mungil yang selalu tampil berantakan. Sikap cueknya yang menggemaskan, ternyata menyambungkannya dengan khayalan khayalan fantastik yang selalu ia karang sendiri. Kugy menyukai dongeng. Cita-citanya untuk menjadi pengarang dongeng sama sekali tidak terwujud. 

Noni dan Eko, sepasang kekasih yang kocak-lah yang mempertemukan Kugy dengan Keenan. Keenan adalah sepupu Eko yang baru pulang dari Amsterdam. Berbeda dengan Kugy yang benar-benar fokus dengan dunia dongengnya, Keenan lebih fokus dengan dunia lukis-melukis. Dari otak cerdas serta tangan penuh keterampilan, Keenan berhasil menghasilkan lukisan lukisan indah.

Pertemuan itu menghubungkan mereka, juga menggapai impian mereka bersama.

Lama kelamaan Kugy, Keenan, Noni, dan Eko memiliki persahabatan yang erat. Keempatnya memiliki jadwal kumpul mereka sendiri, dan itulah yang membuat Keenan dan Kugy tahu bagaimana hasil karya mereka.

Noni yang menyadari bahwa hanya Keenan-lah yang tidak punya pasangan (Kugy dengan Ojos), hendak mencomblangkan  Keenan dengan Wanda, sepupu tidak langsung Noni yang tinggal di Meoulborne.
Kugy yang diberitahu akan rencana ini merasa ada yang tidak beres dengan dirinya. Gadis mungil itu merasa rencana Eko dan Noni sama sekali tidak bagus.

Dan, sejak saat itu, Kugy lebih banyak mundur. Ia tidak sadar bahwa sebenarnya Keenan menyimpan harapan padanya. Persahabatannya dengan Keenan pun perlahan terlepas, dan keduanya mulai berjauhan. Mengurusi hidup masing masing. Sibuk dengan mimpi mereka. Melukis dan Menulis dongeng,

Kugy tidak tahu bagaimana kabar Keenan, tapi kini ia sadar bahwa Keenan adalah pangerannya. 

Setelah lulus lebih awal, Kugy mencari magang kerja. Karel-kakak Kugy, memperkenalkan Kugy pada Remigius Aditya, seorang lelaki tampan yang dipuja banyak orang di Kantornya. Sejak saat itu, Kugy mulai bekerja di kantor Remi. Ia tidak menyangka hanya dengan bekerja disana akan memiliki hubungan dekat dengan Remi.

Sementara Keenan, menetap di Bali. Setelah menghadapi masalah dengan Wanda, ia memtuskan untuk menggapai impiannya menjadi pelukis di Ubud, bersama Wayan dan juga Banyu. Di Ubud itulah ia bertemu Luhde, seorang gadis manis yang tinggal bersama Wayan, yang saat itu menarik perhatian Keenan..

"Gua sebetulnya anak buah Neptunus yang dikirim  ke Bumi untuk jadi mata mata, Dan SECARA KEBETULAN SEKALI, zodiak gua Aquarius. Ajaib, kan?"

Aku gak percaya kebetulan. Ini pasti karena kita dulunya sama-sama utusan Neptunus. Waktu itu, kita dibekali telepati, cuma sebelum dikirim ke bumi, kita dibikin amnesia. supaya seru"

"Ikuti saja kata hati kamu. Kemanapun itu. Hati tidak bisa bohong"

Kemana perasaan Kugy akan berlabuh?

Buy and Read now~

---

Buku ini aku beli tahun lalu dengan kover lamanya yang bercover perahu. Saat tahu novel ini di filmkan, jujur, aku ragu apakah akan menontonnya atau tidak. Aku terlalu takut khayalanku akan Keenan dan tokoh lainnya berubah mendadak, seperti prasangkaku padanovel terdahulu yang difilmkan pula.
Malah sebagian teman sekolahku sudah mengajakku ikut serta.

Aku takut kalau aku bakal ngebanding bandingin novel dan filmnya. Nanti prosesi nontonnya bakal gak nikmat. Jadi, aku hanya menanyakan komentar film itu, dan temanku menjawab dengan heboh. 

"Waaa, filmnya keren! Keenan-nya cakep" sambil jingkrak jingkrak.

Ini trailernya~

Dan, dalam seminggu, film dan buku ini jadi Hot News di sekolahku. Semuanya membicarakan Keenan, Kugy, agen Neptunus dengan radarnya, juga segalanya. Sebagian orang di sekolahku memegang buku Perahu Kertas mereka.

Aku akui, aku puas sekali dengan karangan Dee ini. 
Lebih tepatnya sangat puas. Awalnya kupikir ini novel anak anak dilihat dari sinopsisnya yang menurutku imut.Tapi si penjaga toko yang saat itu lagi nongkrong di balik kasir, menyarankanku untuk membelinya. Itu novel bestseller, beliau bilang. Jadi tak heran aku langsung membelinya.

Aku tau kalau gaya tulis Dee lah yang membuat novel ini menarik dari segi penuturan bahasanya. Aku merasa enjoy dan tidak perlu membaca dua kali, tidak ada bagian yang membingungkan, dan tidak ada acara bertele-tele yang membosankan.
Semuanya menurutku pribadi, tidak ada kekurangan yang menonjol sehingga aku menyadarinya.

Ceritanya juga mengesankan. Kover dan sinopsisnya nyambung ke cerita. Buku ini ternyata lebih keren dari yang aku bayangkan. Ceritanya hanya berpusat pada dua tokoh utama; Kugy dan Keenan, serta masalah mereka yang berbelit-belit. Tapi itulah yang menambah pointnya! 

Setelah membaca novel ini, kurasa aku harus sesegera mungkin ke toko buku. Membeli beberapa karya Dee yang lain.

bye!

Jumat, 26 Oktober 2012

My Sister's Kepper


Judul : My Sister's Kepper
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Jodi Picoult
Tebal : 523 Halaman
-------- 

Anna, atau Andromeda (umur 13 tahun), beberapa jam setelah lahir ke dunia, menyumbangkan Sel darah dan tali pusat untuk sang kakak, Kate. Setelah itu, gadis kecil itu harus menjalani puluhan suntikan, tranfusi darah, dan operasi yang melelahkan-hanya agar Kate dapat bertahan hidup dari penyakit Leukimia yang di deritanya.

Faktanya, Anna dilahirkan hanya untuk menyalamatkan Kate. Ia bukan lahir dengan perut sang mama yang membengkak tiba-tiba, lalu lahir di dunia. Ia dilahirkan dengan proses yang rumit. 

Setelah remaja dan orang tuanya masih terus meminta Anna menyumbangkan organ serta darahnya, Anna mulai menanyakan apa tujuannya lahir di diunia selain menyalurkan apa yang dibutuhkan Kate. Sampai kapan ia harus menyuplai kebutuhan kakaknya? Ia mulai merasa lelah terus-terussan ke Rumah Sakit, dan menemani Kate yang selalu sakit-sakittan.

Kate yang sekarat, serta Mom yang selalu memintanya 'menyumbangkan' anggota tubuh serta darah, lama kelamaan membuat Anna mederita. Tidak perlu berpikir lama, Anna ingin menuntut orang tuanya atas hak tubuhnya sendiri. Demi menjalankan rencana itu, Anna menjual kalung pemberian Dad yang telah dipakainya selama 7 tahun setelah cangkok tulang sumsum belakang yang dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Kate, saat umurnya 6 tahun.

Dengan uang itulah, Anna akan menyewa seorang pengacara ternama-Campbell Alexander, yang dilihatnya dari sebuah kliping surat kabar dengan catatan prestasi yang mengesankan.
Walaupun uang yang Anna miliki tidak cukup, ia berniat akan meminta pekerjaan saja pada si pengacara. Seperti, mengelap kenop pintu, barangkali?

Campbell awalnya menganggap Anna hanya mengatakan sebuah lelucon, bahkan menganggapnya hanya anak pramuka penjual kue. Sejak kapan ada seorang anak yang menggugat orang tuanya? 
Tapi tentu saja ia cukup terkejut dengan daya penuturan bahasa Anna yang lebih dewasa.
Gadis itu menuturkan alasannya mengapa ia menggugat orang tuanya, dan Campbell mendengarkan. 

Perdebatan itu berhasil dimenangkan oleh Anna, walaupun Campbell berpikir urusan ini akan berjalan lancar tanpa berakhir di meja hijau. Nyatanya Campbell salah besar. Akan ada pembicaraan melelahkan di pengadilan yang tiada akhir, dan Kate lama-kelamaan makin sekarat saja. Juga, masalah Jesse-kakak Anna, yang juga bermasalah. 

"Menurutku aku cuma ingin bilang meskipun kita menang, kita sebenarnya tidak menang"

"Kau bukan orang jahat karena kau ingin menjadi dirimu sendiri"

"Kau tahu, Jess? Dunia ini penuh dengan orang brengsek. Kau akan selalu menghadapi seseorang. Atau sesuatu"

Baca selengkapnya di My Sister's Kepper


Buy and Read Now~ 
----
Pertama kali membaca karya Jodi Picoult, aku benar-benar-benar terkesan. Aku suka ceritanya (walaupun untuk dewasa) dan konflik yang dibuat Jodi. Kuakui, novel terjemahan ini memang novel yang mengejutkanku. Walaupun novel terjemahan lebih sarat penjelasan dari dialog, ini adalah jenis novel yang bikin candu.

Cerita ini temanya beraneka ragam. Keluarga, kehidupan, sedikit romance, dan lawakan yang membuatku nyengir sendiri. Perpaduan temanya itu sukses membuatku melek untuk melahap novel ini karena dilanda penasaran. 

Di setiap pergantian bab, akan ada quote, yang kuakui, tidak bisa kumengerti bahasanya. Wajar deh kayaknya, soalnya terjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia memang sering tidak nyambung.

Tapi, selain itu menurutku semuanya benar-benar..keren sangat. Karya Jodi Picoult yang ktemukan baru ini saja, apakah ada karangan beliau lainnya yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia?

Thanks for Fara, because you've given me this novel 

bye!