Judul : My Sister's Kepper
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Pengarang : Jodi Picoult
Tebal : 523 Halaman
--------
Anna, atau Andromeda (umur 13 tahun), beberapa jam setelah lahir ke dunia, menyumbangkan Sel darah dan tali pusat untuk sang kakak, Kate. Setelah itu, gadis kecil itu harus menjalani puluhan suntikan, tranfusi darah, dan operasi yang melelahkan-hanya agar Kate dapat bertahan hidup dari penyakit Leukimia yang di deritanya.
Faktanya, Anna dilahirkan hanya untuk menyalamatkan Kate. Ia bukan lahir dengan perut sang mama yang membengkak tiba-tiba, lalu lahir di dunia. Ia dilahirkan dengan proses yang rumit.
Setelah remaja dan orang tuanya masih terus meminta Anna menyumbangkan organ serta darahnya, Anna mulai menanyakan apa tujuannya lahir di diunia selain menyalurkan apa yang dibutuhkan Kate. Sampai kapan ia harus menyuplai kebutuhan kakaknya? Ia mulai merasa lelah terus-terussan ke Rumah Sakit, dan menemani Kate yang selalu sakit-sakittan.
Kate yang sekarat, serta Mom yang selalu memintanya 'menyumbangkan' anggota tubuh serta darah, lama kelamaan membuat Anna mederita. Tidak perlu berpikir lama, Anna ingin menuntut orang tuanya atas hak tubuhnya sendiri. Demi menjalankan rencana itu, Anna menjual kalung pemberian Dad yang telah dipakainya selama 7 tahun setelah cangkok tulang sumsum belakang yang dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Kate, saat umurnya 6 tahun.
Dengan uang itulah, Anna akan menyewa seorang pengacara ternama-Campbell Alexander, yang dilihatnya dari sebuah kliping surat kabar dengan catatan prestasi yang mengesankan.
Walaupun uang yang Anna miliki tidak cukup, ia berniat akan meminta pekerjaan saja pada si pengacara. Seperti, mengelap kenop pintu, barangkali?
Campbell awalnya menganggap Anna hanya mengatakan sebuah lelucon, bahkan menganggapnya hanya anak pramuka penjual kue. Sejak kapan ada seorang anak yang menggugat orang tuanya?
Tapi tentu saja ia cukup terkejut dengan daya penuturan bahasa Anna yang lebih dewasa.
Gadis itu menuturkan alasannya mengapa ia menggugat orang tuanya, dan Campbell mendengarkan.
Perdebatan itu berhasil dimenangkan oleh Anna, walaupun Campbell berpikir urusan ini akan berjalan lancar tanpa berakhir di meja hijau. Nyatanya Campbell salah besar. Akan ada pembicaraan melelahkan di pengadilan yang tiada akhir, dan Kate lama-kelamaan makin sekarat saja. Juga, masalah Jesse-kakak Anna, yang juga bermasalah.
"Menurutku aku cuma ingin bilang meskipun kita menang, kita sebenarnya tidak menang"
"Kau bukan orang jahat karena kau ingin menjadi dirimu sendiri"
"Kau tahu, Jess? Dunia ini penuh dengan orang brengsek. Kau akan selalu menghadapi seseorang. Atau sesuatu"
Baca selengkapnya di My Sister's Kepper
![]() |
Buy and Read Now~
----
Pertama kali membaca karya Jodi Picoult, aku benar-benar-benar terkesan. Aku suka ceritanya (walaupun untuk dewasa) dan konflik yang dibuat Jodi. Kuakui, novel terjemahan ini memang novel yang mengejutkanku. Walaupun novel terjemahan lebih sarat penjelasan dari dialog, ini adalah jenis novel yang bikin candu.
Cerita ini temanya beraneka ragam. Keluarga, kehidupan, sedikit romance, dan lawakan yang membuatku nyengir sendiri. Perpaduan temanya itu sukses membuatku melek untuk melahap novel ini karena dilanda penasaran.
Di setiap pergantian bab, akan ada quote, yang kuakui, tidak bisa kumengerti bahasanya. Wajar deh kayaknya, soalnya terjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia memang sering tidak nyambung.
Tapi, selain itu menurutku semuanya benar-benar..keren sangat. Karya Jodi Picoult yang ktemukan baru ini saja, apakah ada karangan beliau lainnya yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia?
Thanks for Fara, because you've given me this novel ♥
bye!
Pertama kali membaca karya Jodi Picoult, aku benar-benar-benar terkesan. Aku suka ceritanya (walaupun untuk dewasa) dan konflik yang dibuat Jodi. Kuakui, novel terjemahan ini memang novel yang mengejutkanku. Walaupun novel terjemahan lebih sarat penjelasan dari dialog, ini adalah jenis novel yang bikin candu.
Cerita ini temanya beraneka ragam. Keluarga, kehidupan, sedikit romance, dan lawakan yang membuatku nyengir sendiri. Perpaduan temanya itu sukses membuatku melek untuk melahap novel ini karena dilanda penasaran.
Di setiap pergantian bab, akan ada quote, yang kuakui, tidak bisa kumengerti bahasanya. Wajar deh kayaknya, soalnya terjemahan dari Bahasa Inggris ke Indonesia memang sering tidak nyambung.
Tapi, selain itu menurutku semuanya benar-benar..keren sangat. Karya Jodi Picoult yang ktemukan baru ini saja, apakah ada karangan beliau lainnya yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia?
Thanks for Fara, because you've given me this novel ♥
bye!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar